4/17/2015

Media Sosial Pengaruhi Tingginya Kekerasan Seksual Terhadap Anak



TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Angka kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Gunung Kidul cukup memprihatinkan. Hingga awal Desember 2014, tercatat sudah ada 15 kasus yang menimpa anak.
Sementara dalam waktu enam tahun terakhir, angka kekerasan seksual terhadap anak jumlahnya mencapai 108 kasus.

Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Ida Rochmawati mengatakan, tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak dipengaruhi keberadaan media sosial. Mudahnya kalangan anak dan remaja dalam mengakses jaringan internet, terutama situs-situs pornografi berpengaruh terhadap perkembangan biologis anak.
Akibatnya, masa pubertas anak semakin maju sehingga dorongan seksual meningkat. " Dulu banyak anak-anak memasuki usia pubertas saat duduk di bangku SMP. Kalau sekarang, SD saja sudah perbertas," katanya usai menjadi pembicara Seminar HKN ke 50 dengan tema antisipasi pelecehan seksual pada anak dan remaja dan sosialisasi JKN pada pelajar di kantor PemkabGunungkidul, Selasa (16/12/2014).
Selain pengaruh media sosial, tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak ini menurut Ida juga dipengaruhi lunturnya norma dan pola pengasuhan orangtua. Saat ini nilai norma kesusilaan di dalam masyarakat sudah longgar sehingga hal-hal yang sifatnya tabu dianggap biasa saja.
Kondisi tersebut berpengaruh terhadap perilaku masyarakat terutama terkait tidak asusila. Akibatnya, banyak kekerasan seksual yang menimpa anak-anak.
Untuk pencegahan, kata Ida, harus dilakukan secara terpadu oleh pemerintah, sekolah, masyarakat dan keluarga. Semua harus memposisikan perannya masing-masing dalam mendidik anak-anak sehingga bisa terhindar dari pengaruh negatif media sosial atau lainnya.
"Namun menurut saya, guru yang terbaik dalam mendidik anak adalah orangtua. Minimal orangtua harus tahu perkembangan anak dan bisa menjadi teman bagi anak," jelasnya.

0 komentar:

Posting Komentar